Unand Adakan International Conference on Green Development In Tropical Regions

http://winevault.ca/?perex=it-lightspeedpanel-com

http://melroth.com/?komp=optionfair-com-opzioni-binarie&a45=19 12190312_984331781609924_1658996757_oKamis, (29/10) bertempat di Convention Hall,  Universitas Andalas (Unand) mengadakan International Conference on Green Development In Tropical Regions. Konferensi Internasional ini menghadirkan Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono President Of Asembly and Chair of Council Global Green Growth Institute (GGGI) And the 6th President of Republic of Indonesia sebagai Keynote Speaker.

Selain Mantan Presiden Republik Indonesia, acara ini juga menghadirkan beberapa pakar dan peneliti dari luar negeri dan dalam negeri. Diantaranya Prof. Lan Patrick dari Australia, Prof. Jamal Otman dari Malaysia, Prof. Ryokei Kada dan Prof. Taro Matsumoto dari Jepang, dan beberapa pakar dari Filipina, Vietnam, Srilanka, serta Malaysia. Sedangkan dari dalam negeri sendiri, turut hadir beberapa pakar dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia seperti di ITB, IPB, UI, UGM, dan Unand.

binära optioner svenska mäklare Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA., Rektor Unand dalam sambutannya mengatakan banyak penelitian Dosen Unand yang telah dimanfaatkan, terutama penelitian di bidang pertanian. Unand sendiri telah mendukung para dosen untuk terus meneliti menghasilkan teknologi dan berinovasi di bidang ilmu masing-msing.

trading opzioni binarie forum Werry mengatakan acara ini adalah media bagi para peneliti untuk saling bertukar fikiran, berbagi ilmu, saling mentrasnfer ide-ide serta untuk mengenalkan hasil penelitian yang mereka jalani kepada masyarakat luas.

http://moragbrand.com/?ljap=binary-option-robot-test&788=23 Lebih lanjut Rektor juga mengungkapkan bahwa Unand ke depannya berencana menjadi pusat pembangunan dengan konsep hijau, harapan itu tersebut dapat menambah kepercayaan seluruh pihak untuk bisa bekerjasama dengan Unand dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi internasional ini menyampaikan apresiasi kegiatan ini. Dia mengatakan kegiatan ini merupakan wujud dari menggapai pembangunan hijau dan juga dukungan terhadap langkah Unand yang terus berusaha menjadi salah satu Kampus Hijau di dunia.

Selanjutnya SBY juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah langkah untuk mengakomodasi penelitian, dosen dan praktisi dalam mengupayakan pembangunan berbasis hijau di Indonesia.

http://martinstainlesssteel.com.au/?ksad=andamento-trading-binario&f2b=91 "> SBY juga menyampaikan peluang dan ancaman bagi lingkungan Indonesia dalam mengembangkan pembangunann berkelanjutan tersebut. Terkait beberapa permasalahan yang terjadi pada beberapa dedake, SBY mengatakan ada tiga hal penting dalam perkembangan di abad 21 ini. Diantaranya growth (tumbuh), equity (seimbang), dansustainable (keberlanjutan).

binary option signal “Kita dapat melihat bahwa sekarang dunia mendapat masalah yang serius. Sehingga kita perlu konsep yang baru untuk menanganinya,” ujarnya dalam seminar yang bertajuk pembangunan hijau ini.

Lebih lanjut SBY mengungapkan masalah yang banyak saat ini adalah masalah lingkungan, seperti perubahan iklim dan global warming. “Bahkan bencana alam banyak terjadi di negara kita. Maka kita perlu melestarikan alam untuk anak cucu kita,” imbuhnya.

SBY menegaskan tantangan Indonesia saat ini sangat banyak dan ada di berbagai bidang. “Kita harus berubah. Indonesia perlu mengganti strategi agar kita bisa menghadapi tantangan,” ujarnya.

Di sisi lain, dapat menjadi ancaman karena akan menyebabkan kekurangan sumber daya alam, makanan dan energi. Selain itu juga dapat mengancam dalam bentuk pengrusakan lingkungan sebagai dalih untuk pemenuhan kebutuhan. Untuk itu perlu menggunakan prinsip pembangunan berkelanjutan yang disebut dengan trilogy pembangunan yakni tumbuh, seimbang dan berkelanjutan.

Ismu, salah satu peserta seminar  mengatakan Internasional Conference 2015 yang ada di Unand kali ini pantas diacungi jempol. Namun, ia menyayangkan kondisi gedung yang tidak cukup menampung antusias peserta. “Padahal banyak mahasiswa dan dosen yang ingin mengikuti acara ini. Tapi karena terbatas kita hanya bisa memaklumi,” kata perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unand ini.  (Ayu, Laila)

Comments are closed.