http://www.kenyadialogue.com/?selena=guadagnare-online&be1=8e 26/10/2015
by Universitas Andalas
0 comments

Unand Bersama FDR Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon

visit here greenUniversitas Andalas (Unand) bekerjasama dengan PT.Surya Raya Rubberindo Industries, produsen dari CV Hasta Raya sebagai distributor ban FDR untuk Sumbar menggelar “Aksi FDR untuk Bumi” minggu, (13/9).

http://lorettahoward.com/?vipuks=fair-trading&56c=c8 Aksi penanaman pohon ini dilakukan secara simbolis oleh Rektor Unand Werry Darta Taifur bersama CSR PT.Surya Raya Rubberindo Industries Kriswantoro dan Direktur CV Hasta Raya Herry Alizar di lingkungan kampus Unand, Limau Manis.

http://creatingsparks.com.gridhosted.co.uk/?endonezit=binary-option-black-scholes-model Sebanyak 700 pohon Tembesi dan 300 pohon Mahoni akan ditanam di kawasan kampus Unand serta di kawasan sekolah Adhiwiyata.

http://robgaffney.co.uk/?kimes=dating-in-gloucestershire-free&7b3=f1 “Aksi FDR untuk Bumi digelar dalam rangka Dies Natalis Unand ke 59. PT.Surya Raya sebagai produsen dari ban FDR mempunyai motto “Menjadi Milik Yang Bermanfaat Bagi Bangsa Dan Negara”. Motto ini sejalan dengan visi-misi Unand untuk menjadi kampus yang hijau dan ramah lingkungan”, Kata Herry Alizar seperti yang dilansir dari klikpositif.com edisi (13/9/2015).

check these guys out CSR PT.Surya Raya Rubberindo Industries Kriswantoro seperti yang dikutip dari klikpositif menyebutkan, kegiatan penanaman pohon ini juga untuk mengurangi dampak kabut asap yang melanda sejumlah daerah di Sumbar.

tastylia tadalafild14 oral strips without prescription “Untuk melestarikan lingkungan, hidup sehat serta menyikapi banyaknya isu permasalahan lingkungan saat ini seperti kabut asap, penghijauan dan lainnya dengan berolahraga dan penanaman pohon sehingga masyarakat Sumbar mendapat suplay oksigen yang lebih baik serta dapat hidup sehat,” sebutnya.

http://gradyervin.com/?ostrova=tradare-i-binary&b9e=e0 Randy Febrian, salah satu mahasiswa Unand berharap penanaman pohon tersebut tidak hanya seremonial saja. “Kegiatan ini bagus, jangan hanya sekedar ditanam tapi turut pohon yang ditanam turut dijaga. Semoga dengan aksi penanaman pohon ini bisa menumbuhkan kesadaran orang akan lingkungan,”ujarnya. binäre optionen handelssoftware (Ayu)

demo trade 22/10/2015
by Universitas Andalas
0 comments

KCA-LH Rafflesia FMIPA Unand, Konservasi dan Mengekspedisi Alam

http://www.tombeaton.com/?karamba=etx-capital&8a9=6e 12171067_800890963352545_1668296027_oDi Universitas Andalas (Unand) terdapat beberapa organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada alam. Berbagai kegiatan dilakukan seperti mendaki gunung, menjelajah gua, dan hal-hal lainnya yang membuat anggotanya untuk lebih dekat ke alam. Salah satu organisasi mahasiswa pecinta alam di Unand ialah Kelompok Cinta Alam – Lingkungan Hidup (KCA-LH) Rafflesia Unand. Organisasi ini merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

expat online dating bangkok KCA-LH Rafflesia FMIPA Unand didirikan pada 28 Oktober 1980. Diinisiasi oleh dua mahasiswa FMIPA yang saat itu masih bernama Fakultas Ilmu Pasti dan Alam (FIPIA), bernama Asrizal Malano dan Marizal Ahmad. Mereka mencetuskan UKMF ini sekembalinya dari kegiatan pelatihan konservasi alam untuk mahasiswa tingkat nasional di Cibodas ketika itu.

http://www.youngasianescorts.co.uk/?baletos=%D9%8A%D9%88%D8%AA%D9%8A%D9%88%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%8A%D8%A7%D8%B1%D8%A7%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D8%AB%D9%86%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D8%AD%D8%AA%D9%8A%D8%A7%D9%84&09d=59 Sedikit berbeda dengan organisasi pecinta alam lainnya,  KCA-LH Rafflesia  juga bergerak di bidang konservasi lingkungan hidup. UKMF ini juga berusaha membudayakan pelestarian alam dan lingkungan pada mahasiswa khususnya dan pada masyarakat umumnya. Anggota KCA-LH Rafflesia dididik dan dibina agar mempunyai watak mencintai alam dan menunjukkan eksistensi mereka sebagai pecinta alam, serta peduli dan tanggap akan permasalahan mengenai lingkungan hidup.

Berbagai kegiatan yang terdapat di KCA-LH Rafflesia antara lain mountaineering atau mendaki gunung dan memasuki hutan, caving atau menelusuri gua, serta berbagai kegiatan konservasi lingkungan hidup berbasis ilmu pengetahuan dalam bentuk orientasi dan ekspedisi. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh anggota KCA-LH Rafflesia antara lain ekspedisi tumbuhan obat di Mentawai, ekspedisi lahan basah Kota Padang, ekspedisi Danau Laut Tinggal di Kabupaten Pasaman Barat, ekspedisi ilmiah simpai di kawasan Bukit Barisan, dan berbagai ekspedisi lainnya.

Tak hanya berkegiatan dalam bentuk ekspedisi, UKMF yang diketuai oleh Afdal Fajri Salim, mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2011 ini, juga mempunyai kegiatan lainnya. Di antaranya bazar, expo, donor darah, posko siaga bencana, penyuluhan mengenai konservasi lingkungan hidup pada mahasiswa, pengenalan Kebun Raya Unand, dan lainnya. UKMF ini juga mengikuti pertemuan dan kursus yang berkaitan dengan lingkungan hidup, serta berkoordinasi dengan kelompok dan organisasi pecinta alam lainnya.

Sejak berdiri sekitar 35 tahun yang lalu, berbagai prestasi telah ditorehkan oleh KCA-LH Rafflesia. Anggota KCA-LH Rafflesia pernah berkesempatan untuk melakukan presentasi mengenai Nepenthes di London pada 2002, juara III kategori mahasiswa Quarry Life Award oleh Heidelberg Cement Group pada 2014, menerima dana hibah penelitian mengenai “Presbytis melalophos” dan “Presbytis potenziani” yang disponsori Mohammed bin Zayed SPECIES CONSERVATION FUND sebesar USD 4000 pada 2014. Ditambah dengan menjuarai lomba lintas alam dan lomba lintas wisata.

Muhammad Azhari Akbar, salah satu anggota KCA-LH Rafflesia mengatakan, “Bagi saya Rafflesia merupakan tempat anggotanya belajar menjadi pecinta alam yang berinteraksi baik dengan lingkungan dan alam-Nya, serta saling berinteraksi dengan anggota lembaga itu sendiri,” tuturnya. Mahasiswa Biologi angkatan 2012 ini menambahkan, “Bersamaan dengan lustrum 7 Rafflesia, semoga Rafflesia makin jaya dengan bantuan dan dukungan seluruh elemen yang ada di dalamnya, serta pihak lain juga semakin mendukung pergerakan kami dalam konservasi lingkungan hidup.” auto opzioni binarie rischi (Zikra)

12175774_800303173411324_817928758_o

21/10/2015
by Universitas Andalas
0 comments

Penggunaan Kertas Bekas untuk Tugas Kuliah

12175774_800303173411324_817928758_oArea hutan di seluruh dunia semakin menyusut. Pohon ditebang untuk kebutuhan hidup manusia. Salah satunya untuk kebutuhan industri, membuat meubel, kertas, bahan bangunan, dan lainnya. Mahasiswa Jurusan Biologi Unand melakukan gerakan untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pohon dengan menggunakan kertas bekas untuk membuat tugas laporan kuliah.

Meski langkah kecil, namun merupakan aksi nyata untuk melindungi lingkungan. Selain bertujuan untuk mengurangi pemakaian kertas, serta sebagai langkah penghematan dan mengurangi sampah. “Semakin banyak kertas, semakin banyak pohon yang ditebang untuk dijadikan olahan pulp,” tutur Afdal Tisyan, mahasiswa Jurusan Biologi.

Salah satu pencetus dari gerakan ini adalah M. Nazri Janra, dosen Biologi. Setidaknya sejak enam tahun lalu hal ini telah dilakukan. Pada mulanya hanya satu laboratorium yang menerapkan gerakan ini, hingga akhirnya seluruh laboratorium dan seluruh mahasiswa Jurusan Biologi menggunakan kertas bekas untuk pembuatan laporan.

Tak hanya itu saja menggunakan kertas bekas, di tahun 2014 mahasiswa Biologi juga sempat bekerjasama dengan salah satu organisasi pecinta lingkungan di Kota Padang, dalam gerakan “Asoy Ndak Rancak”. Inti dari gerakan tersebut untuk menyuarakan gerakan anti sampah plastik.

Salah satu mahasiswi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Gita Puspita menanggapi hal ini. “Kalau di jurusan THP masih menggunakan kertas baru untuk membuat laporan. Tapi bagus kalau menggunakan kertas bekas, karena bisa mengurangi sampah. Ingin juga di jurusan THP memakai sistem seperti itu,” ujarnya. pop over to this web-site (Zikra)

19/10/2015
by Universitas Andalas
0 comments

Universitas Andalas Melaksanakan Diklat AMDAL PSLH

Foto_Bersama_1Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Andalas (Unand) Padang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar-dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) Angkatan III Tahun 2015 pada 5 Oktober 2015 yang lalu.

Diklat Dasar-dasar Amdal diselenggarakan selama 4 hari yakni dari tanggal 5 hingga 8 Oktober 2015 yang lalu di Gedung Pasca Sarjana Unand. Kegiatan Diklat diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Rektor Unand, dewan pakar dan pengurus PSLH Unand. Olly Norita Tetra, MSi yang bertindak selaku MC, mengawali acara pembukaan dengan laporan dari Ketua Panitia, Dr. Fuji Astuti Febria.

Ketua panitia, Dr. Fuji Astuti Febria, dalam laporannya menyatakan para peserta yang berasal dari beragam instansi pemerintahan seperti BLH Dharmasraya, KLH Padang Panjang, BLH Lima Puluh kota, BLH Sawahlunto serta dari industri di Sumatra Barat seperti PT Semen Padang, PT Bentang dan PT Batara Citra Mandiri.

Sementara itu, Direktur PSLH, Dr. Fadjar Goembira dalam sambutannya menyampaikan akan keragaman multidisipliner ilmu pada PSLH Unand, membuat PSLH saat ini bisa terus aktif dalam menanggapi isu-isu lokal dan nasional tentang lingkungan. Salah satunya prestasi PSLH Unand adalah meraih akreditasi B dengan nomor sertifikat akreditasi: 005/AKR/DIKLAT S.AMDAL/KLH/05/2014 berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 56 tahun 2014 sebagai institusi yang diakui dalam melaksanakan Diklat Amdal. Materi Diklat Amdal yang dilaksanakan PSLH Unand sudah sesuai dengan Kurikulum Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan SK Kapusdiklat no. Kep-11/Pusdiklat/LH/11/2012. Diklat Dasar-dasar Amdal ini diharapkan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dalam rangka pelayanan kepada pemangku kepentingan dan aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

Diklat ini secara resmi dibuka oleh Rektor Unand, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE., MA dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa hasil Diklat akan bergantung kepada keseriusan peserta akan permasalahan lingkungan, dan juga menjabarkan pentingnya peranan Unand bagi instansi pemerintahan daerah dan industri-industri khususnya di Sumatra Barat terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Selanjutnya Prof Werry mengharapkan akan peningkatan kerjasama antara Unand dengan Pemda dan industri dalam memajukan Unand dan Sumatra Barat. Sebelum masuk pada kegiatan Diklat, acara pembukaan ini ditutup dengan sesi foto bersama Bapak Rektor Unand, peserta Diklat, dewan pakar dan pengurus PSLH, serta Panitia Diklat Dasar-dasar Amdal Angkatan III Tahun 2015.

Panitia Diklat Amdal

Sumber : http://www.unand.ac.id/id/berita/universitas/3634-universitas-andalas-melaksanakan-diklat-amdal-pslh

09/10/2015
by Universitas Andalas
0 comments

Benahi Infrastruktur, Unand Buat Kolam Resapan Air

IMG_7697-1024x683-1024x683Seiring dengan gencarnya usaha Universitas Andalas (Unand) mengubah status Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PT-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PT-BH), maka semakin gencar pihak kampus untuk membenahi infrastrukturnya. Ditemui diruangannya, Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Unand, Masrial Jamal mengungkapkan demi terwujudnya status PT-BH, ada syarat yang harus dilengkapi, yaitu dalam hal perbaikan dan pembenahan infrastruktur, Kamis (8/10).

“Membuat taman umum, kolam resapan air, serta jalan penghubung merupakan salah satu proyek yang sedang dijalankan saat ini. Kegiatan pembenahan ini merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan status PT-BH,” ungkapnya.

Lebih lanjut Masrial mengatakan ide pembuatan kolam digunakan untuk menampung air resapan agar tanah menjadi lembab. “Dilatarbelakangi lahan yang kritis, maka dibuat kolam resapan untuk menampung air. Dengan adanya endapan yang terbentuk akan membuat tanah menjadi lembab,” terangnya. Saat ini tercatat ada sepuluh kolam resapan yang tersebar di lingkungan Unand. Diantaranya area Fakultas Teknik, Gedung Kuliah A, Masjid Nurul Ilmi, area Pool Bus, serta yang lainnya masih dalam masa pembuatan.

Zikra Delvira, mahasiswa Jurusan Manajemen turut merasakan efek positif pembuatan kolam resapan tersebut. Karena Unand tidak hanya membenahi gedung, namun juga lingkungan. “Kolam ini sangat bermanfaat untuk membenahi lingkungan Unand agar menjadi lebih baik. Kini Unand lebih peduli lingkungan, sehingga seimbang dengan pembangunan gedung. Semoga pembenahan ini tetap berlanjut, tidak hanya di Unand, namun juga di institusi lain,” ujar mahasiswa bangkatan 2012 ini. web (Giva, Hisna)